Latest News and Artikel

Al Irsyad: Terobosan Baru Arsitektur Masjid

Islam dan ilmu pengetahuan sejatinya memang tak terpisahkan. Di dalam islam, terdapat perintah untuk menuntut ilmu pengetahuan lalu mengaplikasikannya. Sederhananya, ilmu yang dipelajari harus dapat dikontribusikan untuk kemashlahatan umat. Salah satu bentuk kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut adalah dalam hal revolusi desain masjid.  Hal ini lah yang ditunjukkan oleh arsitektur Masjid Al-Irsyad, Jawa Barat. Inilah masjid yang tidak biasa, berbeda dari tampilan umumnya dan memiliki ciri yang unik. 


Penghargaan
Masjid yang terletak di kawasan Padalarang, Jawa Barat ini baru saja mendapatkan penghargaan dari National Frame Building Assosiation pada 2010. Penghargaan yang diperoleh terkait keunikan desain bangunan masjid yang tidak memiliki kubah dan masuk kategori Building of The Year 2010. Selain kategori tersebut, Masjid Al Irsyad yang berkapasitas 1500 jamaah tersebut juga memperoleh sematan sebagai Religious Architechture oleh  sebuah komunitas arsitek dunia.

Kontribusi Keilmuan Ridwan Kamil
Nama yang satu ini adalah nama yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Selain berprofesi sebagai wali kota Bandung, nama Ridwan Kamil tetap tidak bisa dilepaskan dari keahliannya sebagai seorang arsitek. Kali ini, buah karyanya berupa  masjid yang unik. Masjid  itu dinamakan Masjid Al Irsyad. 


Interior Masjid Al Irsyad


Wali Kota Bandung yang selalu murah senyum itu merancang masjid Al Irsyad dengan imajinasi tingkat tinggi. Al Irsyad dirancang layaknya Ka’bah yang tidak memiliki kubah. Warna dasar yang dipilih sang arsitek adalah abu-abu pada dinding masjid. Tampilan dinding pun dibuat dari susunan batu bata yang tidak direkatkan menggunakan semen. Susunan tersebut membentuk rangkaian huruf arab dua kalimat syahadat. Susunan dua kalimat syahadat itu tampak memiliki celah-celah yang  berfungsi sebagai ventilasi udara. Ridwan Kamil seolah ingin memberikan efek cahaya yang luar biasa dari celah-celah itu. Bila hari sudah senja, maka rona merah matahari akan menyelinap masuk ke celah-celah dua kalimat syahadat tersebut. Begitu pun bila malam sudah tiba, cahaya lampu dari dalam masjid akan memancar ke luar melewati celah-celah batu bata. Sungguh, desain yang mengedepankan imajinasi tingkat tinggi. 
Di dalam masjid, dipasang 99 buah lampu yang sekaligus melambangkan asmaul husna. Lampu itu bukan lampu-lampu biasa, sebab bila dihidupkan akan memunculkan asmaul husna dari dalamnya. Nama asmaul husna sengaja diukir dikulit bola lampu tersebut. Sebagai catatan, di Indonesia, desain interior seperti ini adalah yang pertama. Belum selesai sampai di situ, pada bagian sisi mimbar, terdapat sebuah kolam dengan gemericik air yang menentramkan. Back ground mimbar pun bukan dinding tembok biasa. Persis di belakang mimbar adalah ‘dinding-dinding perbukitan’ khas alam Padalarang. Jadi, bila Anda sedang duduk di dalamnya, selain dapat mendengarkan khutbah sang khatib atau menyimak ceramah para ustad, anda juga akan menyaksikan keindahan alam khas tanah Sunda di belakang mimbar. Luar biasa! Ini masjid yang luar biasa!

Penulis : Admin Mustaka

» Thanks for reading: Al Irsyad: Terobosan Baru Arsitektur Masjid