Latest News and Artikel

Desain Kubah Masjid


Sudah menjadi kelaziman di manapun, bahwa masjid selalu memiliki kubah. Meski tidak semua masjid akan memiliki kubah, namun setidaknya kubah adalah bagian penting dalam masjid yang sudah umum ditemukan di mana-mana. Kubah seolah sudah menjadi penanda bahwa Masjid berbeda dengan bangunan lainnya, seperti sekolah, gedung perkantoran, gedung pencakar langit, aula, apartemen, ataupun hotel. Tapi tahukan anda apa saja kriteria dan serba-serbi di balik pembangunan sebuah kubah masjid itu? Berikut ulasannya.

Kubah: Karakter Sebuah Masjid
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa kubah masjid adalah identitas. Kubah masjid adalah simbol. Kubah masjid adalah penunjuk arah. Bila anda berada pada tempat yang jauh, lalu melihat lengkungan kubah, maka sudah bisa dipastikan pikiran anda akan mengatakan bahwa lengkungan itu adalah masjid. Dan itu artinya, di sanalah tempat peribadatan Islam. Nah, itu lah makna sederhana kubah masjid.
Di samping sebagai identitas, simbol dan penunjuk arah, kubah masjid sebetulnya dirancang untuk menciptakan ketenangan bagi orang yang berada di dalamnya. Untuk membuktikan ini, bila anda sedang berada di dalam Masjid, sesekali cobalah anda melihat ke atas dinding kubah. Anda akan merasakan nuansa berbeda, apalagi bila pada dinding kubah masjid tersebut diukir oleh hiasan kaligrafi dan memiliki beragam lampu yang indah. Lebih dari itu semuan, kubah mampu menunjukkan betapa kecilnya kita bila berada di bawahnya.

Kriteria Kubah Yang Baik
Sebagai sebuah ornamen yang menentukan, pembangunan kubah harus mengikuti beberapa kaidah sebagai berikut :

  1. Kubah harus menunjukkan nuansa sakral. Kubah tidak boleh dibuat dengan gaya hedonism seperti diukir dengan gambar-gambar wajah, dipajangkan foto dan sebagainya. Hal ini akan menghilangkan sisi kesakralan kubah itu sendiri. Kubah harus dibangun sakral namun tetap sederhana.
  2. Kubah harus mampu memberi rasa nyaman bagi pengunjungnya. Ada beberapa tempat ibadah umat lain yang justru ketika dilihat langit-langit atau bagian atapnya, akan tampak sangat menakutkan, mistis, gelap dan kumal. Oleh karena itu, sangat jarang desain dinding bagian dalam maupun luar masjid yang diberi warna hitam, karena hal itu akan menampilkan kesan tidak enak bagi para pengunjung.
  3. Kubah harus dapat dirawat dan dibersihkan. Kubah masjid adalah bagian dari masjid itu sendiri. Oleh karena itu, kubah masjid tidak boleh kotor dan harus dapat dibersihkan. Kubah masjid sedapat mungkin tidak boleh menjadi tempat bersarangnya binatang.
Kubah Masjid Panel Warna Setengah Bola

Desain Kubah Dari Masa Ke Masa
Tampilan kubah masjid selalu berkembang setiap waktu. Dulu ketika zaman sahabat dan rasul, kubah masjid hanya terbuat dari susunan dahan-dahan dan pelepah kurma. Berkembang setelahnya, kubah mulai dibuat menggunakan kayu-kayu yang dipadatkan lumpur dan selut.
Pada abad pertengahan, ditemukan model kubah dengan pola setengah lingkaran melengkung di atap masjid. Berikutnya, kubah kembali mengalami perkembangan desain. Ide tanglung kemudian muncul pada puncak kubah. Kubah yang dirancang juga memungkinkan untuk diletakkan di atas bangunan silindris. Itulah mengapa banyak menara masjid memiliki kubah di puncaknya. Nah, itu merupakan pengembangan desain kubah tersebut.
Memasuki era modern, desain kubah sudah mulai berbentuk hemisfier dan memiliki kekisi untuk bagian rangka. Nama desain ini adalah kubah geodesi. Kubah geodesi lebih ringan. Saat ini, juga banyak ditemukan model kubah yang terbuat dari plastik, besi, seng, dan emas.


Penulis : Admin Mustaka (iberlina)

» Thanks for reading: Desain Kubah Masjid