Latest News and Artikel

Blue Mosque Istanbul: Masjid Biru di Tepi Benua Biru

Kota yang dulu bernama Konstantinopel ini menyimpan banyak pusaka budaya peradaban Islam. Selain kental dengan sejarah kekhalifahan Turki Utsmaninya, Kota Istanbul adalah pusat peradaban Islam zaman pertengahan, penghubung Asia dan Eropa serta ibu kota untuk wilayah kekuasaan hampir separuh dunia. Selain itu, Kota Istanbul terkenal dengan banyak bangunan berornamen klasik, perpaduan Islam dan Yunani. Salah satunya adalah Masjid Biru Istanbul atau yang sering disebut The Blue Mosque.
Blue Mosque Dengan Enam Menara
Awalnya, masjid ini mirip sekali dengan tampilan Masjidil Haram di Mekkah. Sebagaimana Masjidil Haram yang memiliki 6 menara menjulang ke langit, begitu juga dengan Blue Mosque. Hal ini lah yang sempat mendapat respon keras dari penduduk Istanbul di awal pembangunannya yang menganggap masjid ini adalah replika Masjidil Haram. Semua tahu, bangsa Turki tidak mau disejajarkan dengan bangsa Arab dalam hal apapun. Namun, hal itu akhirnya terselesaikan setelah desain Masjidil Haram akhirnya menambah satu menara lagi baru-baru ini.
Blue Mosque adalah hasil karya Sedefkar Mehmet, seorang arsitek kenamaan Turki. Dia juga merupakan anak didik arsitek kenaman Turki lainnya yakni Mimar Sinan. Masjid ini didirikan pada 1616 atas prakarsa Sultan Ahmen 1 dalam masa kekhalifahan Utsmani. Konon kabarnya, Blue Moeque sengaja didirikan untuk menyainig kemegahan Masjid Eyup Sultan di Turki.

Kemegahan tampilan luar masjid yang ditopang 6 menara itu juga diikuti keindahan interior di dalamnya. Blue Moeque memiliki luas 4700 meter persegi. Dinding masjid bagian dalam penuh dengan susunan keramik yang jumlahnya tidak kurang dari 20 ribu buah. Keramik yang dipilih bewarna biru sehingga kelak banyak orang menyebut masjid Sultan Ahmed ini dengan istilah masjid Blue Mosque.
Di dalam masjid, terdapat rangkaian tulisan kaligrafi yang ditulis dengan sangat indah dan memiliki makna. Kaligrafi tersebut memiliki banyak tulisan, seperti potongan ayat-ayat Alquran, asmaul husna, dan doa-doa. Di sela-sela untaian kaligrafi pada dinding, terdapat pula hiasan ratusan lampu yang terbuat dari emas murni.
Berkunjung Ke Blue Mosque
Para wisatawan religi yang datang ke masjid ini diwajibkan menggunakan pakaian yang dapat menutupi aurat. Biasanya di bagian pintu masjid, ada petugas yang telah menyiapkan baju khusus untuk para wisatawan yang tidak berpakaian sebagaimana seharusnya. Blue Mosque dibuka untuk umum dengan waktu-waktu yang telah ditentukan.
Bila Anda mengunjungi masjid biru di pusat Kota Istanbul ini, maka seolah-olah akan melihat duo ornamen megah yang saling bersanding di tengah kota. Keduanya adalah Hagia Sophia dan Blue Mosque sendiri yang memang berdiri berdekatan. Saat ini, kedua ornamen klasik nan megah itu menjadi salah satu andalan Turki dalam menarik wisatawan dunia. Para wisatawan yang datang pun bukan hanya dari negara muslim saja, namun juga dari banyak negara dengan penduduk mayoritas non muslim lainnya.
Tertarik datang ke sini? Semoga suatu saat kita bisa ke sana. Amiin Ya Rabb

Admin : I-Bey

» Thanks for reading: Blue Mosque Istanbul: Masjid Biru di Tepi Benua Biru